Minggu, 03 April 2011

Review: Source Code


Directed by DUNCAN JONES cast JAKE GYLLENHAAL, MICHELLE MONAGHAN, VERA FARMIGA written by BEN RIPLEY released in 2011

BINTANG



Source Code adalah film terbaik yang saya lihat sepanjang tahun ini. Biar saya jelaskan mengapa. Duncan Jones kembali setelah film sebelumnya, Moon dipuji oleh banyak fans. Saya tidak pernah meragukan pilihannya menempatkan Jake Gyllenhaal dalam peran utama, karena dia terbukti bukan sekadar wajah cantik dengan akting memukau di Donnie Darko, Brokeback Mountain, Zodiac, Brothers, dan bahkan Love & Other Drugs. Dia dapat melakukan hampir semua genre film menurut pendapat saya.

Sebuah film yang baik adalah seperti sebuah cerita yang bagus dimana penonton atau pembaca harus terikat dalam 10 atau 15 menit pertama atau orang akan kehilangan minat ke belakangnya. Source Code merupakan contoh yang bagus di mana film ini memberi anda sensasi dan ketegangan dari awal. Colter Stevens (Jake Gyllenhaal) terbangun di kereta di depan seorang wanita cantik yang ia tidak kenal. Lebih buruk lagi adalah, ketika ia melihat di cermin, bukan wajahnyalah yang ia lihat, tetapi seorang guru bernama Sean Fentress. Dari sini, Stevens dan kita benar-benar dalam petualangan untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Ini semua tentang 8 menit. Segera setelah kereta yang Ia tumpangi meledak dan Stevens bangun di sebuah ruangan gelap disambut oleh seorang wanita kantoran militer bernama Colleen Goodwin (Vera Farmiga) di monitor. Dasarnyar adalah Stevens diperintahkan untuk mencari tahu di mana bom di kereta itu dan siapa pembomnya untuk mencegah ledakan berikutnya. Goodwin menjelaskan kepada Stevens (dan tentu saja kita) bahwa dia berada di dalam pikiran Fentress atau tepatnya pada 8 menit terakhir hidupnya karena Fentress adalah salah satu korban tewas dalam kecelakaan yang suda terjadi itu. Bingung? Pastinya.

Source Code yang berjalan hanya satu setengah jam ini kebanyakan digunakan untuk menunjukkan kepada kita Stevens kembali selama 8 menit lagi dan lagi. Tapi itu tidak pernah membosankan, karena selain dari akting memukau Gyllenhaal dan wajah cantik Michelle Monaghan sebagai Christina, Duncan Jones berhasil memberikan ketegangan dengan kecepatan konstan. Setiap kali ia kembali selama 8 menit, itu seperti mengupas satu lapisan kue hingga ke intinya, di mana dalam film ini untuk menemukan bom dan pembom serta kebenaran tentang Source Code tersebut.


Source Code juga tidak hanya tentang sains, thriller, action, dan ketegangan sepanjang waktu. Film ini juga bercerita tentang hidup manusia. Stevens bersikeras untuk memanggil ayahnya karena dia klaim dia adalah seorang pilot helikopter dan yang semua dia ingat dia berada di sebuah medan tempur di Afganisthan sedangkan Goodwin klaim dia sudah ikut program selama 2 bulan. Siapa yang benar di sini? Saya tidak ingin merusak bagian yang terbaik, tapi saya cukup yakin anda akan mengerti cerita pada titik tertentu karena Stevens akan mencari tahu apa yang terjadi padanya dan apa yang dia lakukan di Source Code ini.

Duncan Jones tidak dapat menempatkan Michelle Monaghan dalam film ini tanpa memasukkan sebuah kisah percintaan antara Stevens dan Christina. Siapa yang bisa disalahkan di sini? Christina seorang gadis cantik dan Stevens yang mulai merasa simpati dan suka tahu dia akan mati. Script ini benar-benar bekerja dalam film ini tanpa menjadi terlalu sederhana atau klise atau bahkan berusaha keras untuk mengesankan kita meskipun ceritanya berada di atas rata-rata film-film Hollywood *rolling eyes to Sucker Punch* dan hampir sama kompleksitas dengan Inception.

Source Code adalah paket lengkap sebagai film. Memiliki cerita tentang bagaimana ilmu telah berkembang terlalu jauh dalam menggunakan manusia untuk kemajuannya seperti yang kita lihat di mana Stevens memohon bantuan Goodwin dan bossnya. Satu hal lain adalah endingnya yang sebenarnya fine, tapi tidak memuaskan saya. Selama film, Goodwin mengatakan bahwa Stevens tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi tindakannya dapat mempengaruhi masa depan. Kita tahu Goodwin hidup di masa sekarang, tapi bagaimana dengan kelanjutan dia? Tell me when you see it.

15 komentar:

  1. wa wa wa jadi penasaran bangeeeet! banyak banget yang muji film ini

    BalasHapus
  2. Yakin deh, ntar kalau main di Indo ga bakal kecewa nontonnya.

    BalasHapus
  3. Waaaaa, beneran penasaran nih sekarang :p

    BalasHapus
  4. Penggemar Duncan Jones ga bakal kecewa. Tapi ga usah terlalu didalemin endingnya, ntar bisa pusing sendiri.

    BalasHapus
  5. kompleksitas film ini hampir sama dengan Inception, setuju.
    tapi bintangnya ga kebanyakan tuh? tadinya juga mau kasih bintang segitu, tapi gara-gara keputusan endingnya yang *ehem jadi dikurangi satu bintang, hehe!
    anyway, nice review! bisa ya mengulas film ini tanpa ber-spoiler ria :D

    BalasHapus
  6. Yah secara kesuluruhan begitu dipikir lagi okelah dikasi segitu. Endingnya bisa dimaafin oleh cerita dan aktingnya yang mantap.

    Emang susah ya bikin review ga ngasi spoiler. Pengennya ngebagi semuanya. Hehehe.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  8. yg agak mengganjal... ketika Colter Stevens mengirimkan email kepada Colleen Goodwin yg mengatakan kereta gagal diledakkan & Derek Frost diborgol di atas kereta... padahal Derek Frost sebelumnya ditangkap diatas van putih... so menurut saya bagian film 10 menit terakhir adalah bagian dunia baru dari kehidupannya Colter Stevens... di sisi lain karena memang kereta tidak meladak, mengingat Colleen Goodwin pernah berkata program source code project sudah berjalan 2 bulan sebelum adanya ledakan maka semua rangkaian teror 2 bulan ke belakang bisa dicegah...
    any way this is good movie :)

    BalasHapus
  9. Kayaknya sih email itu di dapat di timeline baru sebelum ledakan terjadi.
    Emang nonton film ini musti muter otak bener2. Agree, great movie.

    BalasHapus
  10. eh boleh ber-spoiler ria di komentar ya ;p kalo gitu gue ikutan diskusi ya.

    kalau menurut gue, malah semua kejadian setelah momen freeze itu adalah "butterfly effect" dari jalinan pita mobius yang baru. dunia nyata dimana Goodwin "mematikan" Colter ya tetap berjalan, seiring dengan jalannya dunia alternatif yang ada di kepala Colter; dia telp bapaknya, dia kirim email, dia jalan sama si cewe. di dunia alternatif itu - dimana kereta tidak meledak - ya berjalan seakan tidak ada teror yang terjadi karena si penjahat pun sudah diborgol di dalam kereta. namun dunia alternatif itu "hanya" terjadi dalam kepala Colter Stevens saja. Colter Stevens yang sudah meninggal.

    so, is it his own heaven? ;p

    BalasHapus
  11. Dibilang heaven ga tau juga sih. Tadinya gw mikirnya dia ngelanjutin imajinasinya aja. Tapi kalau dia sudah “dimatikan”, ga mungkin dong org mati mimpi, berarti itu heavennya. Kecuali ada alam baru yg manusia kaya kita ga tau. Alah, udah kaya dukun gw ngomongnya. Hahaha.

    BalasHapus
  12. baru baca2 thread di imdb.
    ini diskusi tentang cara kerja source code: http://www.imdb.com/title/tt0945513/board/nest/181307346

    ini diskusi tentang ending:
    http://www.imdb.com/title/tt0945513/board/thread/181287878?d=181292206%20#181292206

    BalasHapus
  13. @timo: saya setuju banget dengan diskusi tentang ending:
    http://www.imdb.com/title/tt0945513/board/thread/181287878?d=181292206%20#181292206
    tentang teori dunia pararel yg dialami Colter Stevens...
    AKHIR FILM, adalah kenyataan di alam semesta LAIN paralel dimana Sean (sekarang Colter) menyelamatkan semua orang di kereta dan kemudian Goodwin bercerita tentang keberhasilan program. Dr Rutledge benar karena Anda tidak bisa mempengaruhi alam semesta MEREKA...

    BalasHapus
  14. @lowobiru: tapi yg pasti itu bukan real world kan? itu dunia paralel lain yang ga nyata sebenarnya.

    BalasHapus
  15. Menurut saya ini salah satu film terbaik tahun 2011 ini.. Good movie..

    BalasHapus