Senin, 05 September 2011

Review: Attack The Block



Directed and written by JOE CORNISH cast JODIE WHITTAKER, JOHN BOYEGA, LEEON JONES, SIMON HOWARD, JUMAYN HUNTER, ALEX ESMAIL, NICK FROST released in 2011

BINTANG



Tahun 2011 ini merupakan awal karir dari beberapa sutradara muda, seperti Richard Ayoade dengan adaptasi “Submarine”-nya dan juga Joe Cornish dengan film aliennya, “Attack The Block”. Keduanya dimainkan oleh aktor/aktris muda yang sebagian belum pernah bermain akting sebelumnya. Sayangnya, di mana Submarine punya jalan cerita yang menarik untuk diikuti, Attack The Block hanyalah sebuah film yang diumbar gegap gempita studio dan omongan orang saja.

Jalan ceritanya tidak jauh berbeda dari Super 8 yang dibuat oleh J. J. Abrams dan diproduseri Steven Spielberg. Film Attack The Block adalah film berbudget kecil dan memang tergantung oleh minat penonton agar ada studio yang mau mengedarkannya. Attack The Block bercerita tentang sebuah kota di London yang pada suatu malam diserang oleh kedatangan kumpulan makhluk aneh seperti anjing ganas. Seperti tagline-nya, intinya inner block (manusia) melawan outer space (monster/alien). 

Masalah pertama muncul dari awal yaitu karakter yang tidak mengundang simpati. Tepatnya ada 5 pria remaja yang pada malam itu menodong seorang gadia remaja (Jodie Whittaker), yang juga seorang perawat muda. Di sini kita tahu bahwa 5 orang inilah yang akan memimpin film ini, tetapi apa yang mereka lakukan awalnya sudah menurunkan minat menonton.


Kelima remaja ini bisa diakui bermain natural dengan naskah yang terasa alami layaknya percakapan sehari-hari anak muda di London. Tetapi walau begitu bisa dilihat bahwa mereka hanya mengandalkan naluri biasa di mana wajah mereka terlihat tegang dari awal sampai akhir. Susah melihat siapa yang paling tidak mengundang simpati. Apakah itu Moses sang pemimpin gang tapi sok terlihat wibawa walaupu tindakannya luar biasa bodoh? Atau tangan kanannya si Jerome yang sepertinya tidak punya rasa terima kasih setelah Sam yang ditodong tadi menolong temannya yang terluka?

Setelah rangkaian kekurangan ini, film ini juga menderita kemiripan denagn film horror macam Scream di mana penonton di ajak menebak siapa yang akan mati duluan dan siapa berikutnya. Siapa yang jahat matinya sebentar lagi, siapa yang ceroboh dia berikutnya. Andaikan Joe Cornish yang juga menulis film ini lebih menaruh ruang untuk kreativitas, bisa dipastikan namanya akan mengikuti jejak Cary Fukunaga atau lainnya yang film keduanya akan sangat ditunggu. Tapi Attack The Block hanyalah film bertema alien biasa yang tidak punya klimaks dan daya tarik yang kuat. Cheesy line pun tak terhindari seperti “I’ve gotta finish what I’ve started” kata Moses yang merasa berdosa setelah banyak yang terluka diserang alien ini. Ujungnya Attack The Block terasa sama membosankan dengan Super 8 walau film ini unggul di bidang soundtrack yang lebih terdengar unik.

1 komentar:

  1. kayanya review anda kurang tepat, kelima pemuda itu memang bukan di desain untuk menarik simpati di awal film karena mereka anak-anak yg besar di project kumuh (di inggris memang sedang mengalami masalah dengan anak-anak remaja yg besar di project yg selalu bikin onar). point dari film ini adalah survival. bagaimana anak-anak yg berandalan yg 'tough' ini melawan aliens sehingga menimbulkan banyak hal yg unik dan bagaimana perjalanan moses menjadi pemimpin beneran ketika dia musti memimpin teman2nya dan menolong perempuan yg dia rampok.

    BalasHapus