Kamis, 22 September 2011

Review: Drive



Directed by NICOLAS WINDING REFN written by HOSSEIN AMINI (screenplay) & JAMES SALLIS (book) cast RYAN GOSLING, CAREY MULLIGAN, ALBERT BROOKS, BRYAN CRANSTON, CHRISTINA HENDRICKS released in 2011

BINTANG



Gaya dan warna font di poster Drive adalah indikasi bahwa film ini akan berbeda dari film thriller/crime lainnya. Dari sisi cerita bisa, tapi yang pastinya dari sisi pensyutingan dan editing, film ini jauh lebih stylish. Driver, sebutan karakter Ryan Gosling, adalah supir handal yang berkerja membantu para penjahat membobol toko pada malam hari. Siang hari selain berkerja di bengkel, dia juga berprofesi sebagai stunt driver untuk film Hollywood. Sudah charming, baik, fisik sempurna, tidak salah Carey Mulligan sebagai tetangganya jatuh hati meskipun suaminya sedang dipenjara dan mau dilepas dalam waktu dekat.

Adegan kebut-kebutan mobil di film Drive terlihat jauh lebih dikontrol tanpa jungkir balik sana sini ala film lainnya seperti bilanglah Fast Five tahun ini. Ditemani lagi-lagi musik dari Cliff Martinez (Contagion, Lincoln Lawyer), adegan kejar-kejaran mobil di malam hari lebih intense karena kita lebih banyak melihat wajah si Driver yang mengemudi dengan pintar dan lancar.

Ada adegan romantis yang kelewat manisnya di film ini antara Driver dengan Irene (Carey Mulligan). Mereka sering bertatap mata penuh senyum. Beda dengan film yang dibumbui romansa, keduanya tidak melakukan hal yang jauh atau lebih intim. Setelah penuh senyum-senyum, Drive mulai berputar balik arah ketika suami Irene pulang dari penjara.


Karakter Driver ini mengingatkan saya dengan karakter Annie Wilkes di film Misery, yang bisa jadi karena saya tidak lama ini menonton film dengan karakter utama gila itu. Tidak berlebihan dan tidak kaku, begitulah penampilan Ryan Gosling di sini. Malah kalau ada masalah muncul, wajahnya jadi lebih misterius. Maklum karakter Gosling di sini minim sekali dialogue-nya. Kenapa mirip Annie Wilkes? Bukan gilanya yang mirip melainkan betapa mereka bisa berubah dari satu sisi ke sisi yang lain dengan cepatnya.

Ada 3 momen paling intense di film ini dengan penampilan paling menakutkan dari Gosling. Di mulai dari perampokan yang melibatkan karakter Christina Hendricks yang berujung gila-gilaan, lalu ke adegan di mana dia membawa palu dan peluru ke bar penuh stripper. Tidak saya jelaskan supaya tidak spolier. Tapi yang paling luar biasa adalah satu adegan di dalam lift yang di mulai sebagai adegan pualing romantis di film ini dan berubah menjadi adegan paling brutal hanya dalam hitukan menit. Dan di situlah penonton di kagetkan dengan sisi lain dari si Driver. Brutal sekali.


Tapi yang kurang dari film ini adalah keterlibatan emosi kita dengan karakter dan ceritanya. Hampir semua adalah karakter yang patut kena celaka kecuali Irene dan menurut saya si Driver melihat pengorbanannya. Kita hanya seperti dibawa berjalan-jalan naik mobil keren tanpa tahu lebih lanjut background si Driver. Ujungnya seperti ada pengorbanan di mana film ini terlihat super keren, tetapi sutradara tidak berjuang keras untuk cerita dan pendalaman karakternya.

Dibuka, ditutup, dan dipenuhi lagu-lagu bernuansa retro, Nicolas Winding Refn berhasil membawa film Drive yang memunculkan karakter iconic baru, si Driver dengan jaket nilonnya dan glove bahan kulitnya. Di akhir, walau Driver ini bisa bersifat keras dan kasar sekali, karakternya berkesan di kepala saya sebagai seorang hero melihat semua pengorbanannya, sama persis dengan lirik lagu penutup film ini.

3 komentar:

  1. wah..kayanya oke nih film,smcem drama kekerasan tapi beda,
    klo diliat review-nya sih Gosling jg total kayanya-smoga ga di-snub lg bwt Oscar kaya taun lalu

    *nice review,ijin link ya..

    BalasHapus
  2. @nugrosinema: Si Gosling mainnya dikontrol dan flawless bgt. Tp klo akting kaya Blue Valentine aja di-snub, apalagi film genre begini. Makasih sudah di-link ya :)

    BalasHapus
  3. Kalo menurut saya sih emang si Driver ini lebih baik dibiarin misterius tanpa diceritain lebih jauh tentang background dia.

    BalasHapus