Jumat, 30 September 2011

Review: Moneyball


Directed by BENNETT MILLER written by AARON SORKIN and STEVEN ZAILLIAN cast BRAD PITT, JONAH HILL, PHILIP SEYMOR HOFFMAN, CHRIS PRATT, ROBIN WRIGHT released in 2011

BINTANG



Satu hal yang bisa membedakan Moneyball dari film sports-drama lainnya macam The Blind Side atau The Fighter, adalah film ini tidak ada cerita zero to hero-nya. Kalau di perkuliahan, film ini adalah jurusan sports-managament. Lebih ada sisi bisnisnya. Brad Pitt di sini bermain sebagai real-live karakter Billy Beane, general manager tim baseball Oakland Athletics dan Jonah Hill muncul sebagai asistennya, Peter Brand, lulusan sekolah ekonomi Yale.

Ada prinsip ekonomi berkata untu memuaskan kebutuhan sebesar-besarnya dengan memakai sumber sekecil-kecilnya yang terbatas. Di film ini yang dilakukan Beane dan Brand adalah bagaimana bisa menang pertandingan walaupun tidak memakai pemain terkenal yang mahal. Alhasil Brand mencetuskan ide untuk memakai system statisik untuk menganalisa kemampuan setiap pemain, berbeda dari cara lama yang hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman. Dengan begitu mereka bisa memakai pemain murah yang tidak dilirik untuk direkrut di posisi yang cocok.

Betul kan bahwa film ini banyak unsur bisnis ekonominya? Billy Zeane sendiri dulunya adalah pemain baseball handal yang karirnya hancur saat muda karena mungkin kurang percaya diri. Inilah tema besar tersembunyi dari film ini. Yang kita lihat hanya Brad Pitt bermain dengan penuh percaya diri mengatur para pemainnya. Yang patut dijempoli adalah dia berani gambling dengan cara baru ini dan percaya pada usulan Brand. Diapun konstan memberi semangat pada pemainnya yang masih belum ada apa-apanya. Bisa jadi karena dia punya anak dan pemain ini dianggapnya seperti itu, atau juga karena dia tidak mau tim ini gagal seperti karirnya dulu.


Sinematografi dari Wally Pfister (Inception) lebih terasa saat cerita dari film ini mulai lebih sedih atau gelap. Sedangkan script ajaib dari Aaron Sorkin dan Steven Zaillian ini adalah yang terbaik mungkin dari tahun ini hingga sekarang (selain Midnight In Paris, Jane Eyre, dan Win Win). Ada banyak line yang bisa di-quote dan cukup memorable. Apalagi kecepatannya saat adegan transaksi pemain yang seperti main bola ping-pong (itulah mengapa film ini dibandingkan dengan The Social Network).

Film ini hampir disutradarai Steven Soderbergh tadinya. Tapi rasanya Bennett Miller adalah pilihan terbaik untuk film ini. Saya ingat film Capote yang ada unsur gelap dari karakter Truman Capote dan ceritanya begitu mendalam hingga akhir. Sama seperti Capote tapi kurang unsur gelapnya, Moneyball ini seperti perjalanan jatuh bangunnya Billy Zeane sebagai seorang GM dari tim baseball yang berbudget kecil. Tidak ada unsur dipaksakan, tapi kita diajak mengerti tiap keputusan dan tindakannya. Saya pun tidak banyak tahu tentang baseball, tapi film ini dengan rapih menguak dunia baseball dan intriknya.

Karakter Brad Pitt di sini bukan karakter yang showy atau ribet. Tapi di usianya yang sudah bapak-bapak, Brad Pitt bermain lebih full dan mature tanpa banyak menonjolkan emosi berluap-luap. Persis seperti Philip Seymour Hoffman di Capote tapi tanpa accent-nya. Kita tahu Pitt adalah bintang internasional, tapi di film Moneyball, Pitt memenuhi layar besar dengan karisma dan akting yang hanya dicapai aktor handal dibawah tangan sutradara sepawai Bennett Miller.

3 comments:

  1. penasaran banget nih sama ini!

    BalasHapus
  2. @Fariz: in my opinion, film ini one of the best this year.

    BalasHapus
  3. Kuda perang memiliki potensi untuk mengungguli film-film-ini wil satu pasti peringkat dalam karya Steven Gr8.
    Lihat dari tralier eksklusif http://liveoncampus.com/wire/for/war-horse Kuda Perang

    BalasHapus